Ð Kepercayaan : Animisme =
kepercayaan pada roh nenek moyang
Roh (jiwa) tidak
hanya ada pada makhluk hidup, tapi juga pada benda-benda tertentu.
Roh à ada yang baik dan jahat, agar hidup selaras dan tidak saling
mengganggu maka perlu diberi sesajen.
Ð Dibuat bangunan-bangunan sebagai sarana
penghormatan dan pemujaan roh nenek moyang:
a)
Menhir
F Yaitu tiang
atau tugu batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada
suatu tempat.
F Fungsi Menhir adalah :
a. sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang
b.sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal.
c. sebagai tempat menampung kedatangan roh.
F Menhir banyak ditemukan di
Pasemah, Sumatera Selatan, juga di Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.
b)
Dolmen
F Dolmen
adalah meja batu sebagai tempat sesaji.
F Ada dolmen yang berkakikan menhir
seperti yang ditemukan di Pasemah, Sumatera
Selatan.
F Ada pula dolmen yang juga
digunakan sebagai kubur batu, seperti yang ditemukan di Bondowoso dan di
Merawan Jember, Jawa Timur.
c)
Arca
F Temuan arca-arca megalithik di
Sumatera Selatan diteliti oleh Von Heine Geldern.
F Arca-arca tersebut menggambarkan manusia dan
binatang seperti gajah, harimau, babi rusa dan monyet.
d)
Kubur batu
F Adalah peti jenasah yang terpendam di dalam tanah berbentuk
persegi panjang dan sisi-sisinya dibuat dari lempengan-lempengan batu.
F Kubur peti batu ditemukan di
Kuningan, Jawa Barat.
e)
Sarkofagus
F Sarkofagus atau keranda, yaitu peti jenasah yang terbentuk seperti palung
atau lesung tetapi mempunyai tutup.
F Sarkofagus banyak ditemukan di
Bali dan di Sumbawa Barat.
f)
Waruga
F Waruga adalah peti jenasah kecil
yang berbentuk kubus yang ditutup dengan batu lain yang berbentuk atap rumah.
F Waruga banyak ditemukan di
Minahasa.
g)
Punden berundak
F Punden Berundak adalah bangunan pemujaan yang bertingkat-tingkat
(berundak-undak).
F Tempat pemujaan ini banyak ditemukan di
daerah Cisolok, Sukabumi, juga di Lebak Si Beduk (Banten Selatan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar