Entri Populer

Selasa, 01 Desember 2015

Konsep kepercayaan dari kebudayaan Megalitikum dan fungsi dari masing-masing benda Megalitikum


Ð Kepercayaan : Animisme = kepercayaan pada roh nenek moyang
Roh (jiwa) tidak hanya ada pada makhluk hidup, tapi juga pada benda-benda tertentu.
Roh à ada yang baik dan jahat, agar hidup selaras dan tidak saling mengganggu maka perlu diberi sesajen.
Ð  Dibuat bangunan-bangunan sebagai sarana penghormatan dan pemujaan roh nenek moyang:
a)      Menhir
F Yaitu tiang atau tugu batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat.
F Fungsi Menhir adalah :
a. sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang
b.sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah       meninggal.
c. sebagai tempat menampung kedatangan roh.
F Menhir banyak ditemukan di Pasemah, Sumatera Selatan, juga di Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.

b)     Dolmen
F Dolmen adalah meja batu sebagai tempat sesaji.
F Ada dolmen yang berkakikan menhir seperti yang ditemukan di Pasemah, Sumatera Selatan.
F Ada pula dolmen yang juga digunakan sebagai kubur batu, seperti yang ditemukan di Bondowoso dan di Merawan Jember, Jawa Timur.

c)      Arca
F Temuan arca-arca megalithik di Sumatera Selatan diteliti oleh Von Heine Geldern.
F Arca-arca tersebut menggambarkan manusia dan binatang seperti gajah, harimau, babi rusa dan monyet.

d)     Kubur batu
F Adalah peti jenasah yang terpendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dan sisi-sisinya dibuat dari lempengan-lempengan batu.
F Kubur peti batu ditemukan di Kuningan, Jawa Barat.

e)      Sarkofagus
F Sarkofagus atau keranda, yaitu peti jenasah yang terbentuk seperti palung atau lesung tetapi mempunyai tutup.
F Sarkofagus banyak ditemukan di Bali dan di Sumbawa Barat.

f)       Waruga
F Waruga adalah peti jenasah kecil yang berbentuk kubus yang ditutup dengan batu lain yang berbentuk atap rumah.
F Waruga banyak ditemukan di Minahasa.

g)      Punden berundak
F Punden Berundak adalah bangunan pemujaan yang bertingkat-tingkat (berundak-undak).
F Tempat pemujaan ini banyak ditemukan di daerah Cisolok, Sukabumi, juga di Lebak Si Beduk (Banten Selatan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar