Entri Populer

Selasa, 01 Desember 2015

Hasil-hasil kebudayaan pada zaman Praaksara


a. Palaeolitikum (batu tua)
-          Alat-alat batu yang digunakan pada zaman batu tua masih sangat kasar, sebab teknik pembuatannya masih sangat sederhana, dapat digunakan untuk berbagai hal.
-          Berdasarkan nama tempat penemuannya, hasil-hasil kebudayaan zaman batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu :
1)      Kebudayaan Pacitan
I Ditemukan oleh Von Koenigswald, pada tahun 1935 di kali Baksoko, desa     Punung, Pacitan, Jawa Timur.
I Alat-alat batu dari Pacitan ini berupa :
a)      Kapak Genggam
Kapak tak bertangkai yang digunakan dengan cara menggenggam. Bentuknya mirip kapak perimbas dan kapak penetak, tapi lebih kecil.
b)     Kapak Perimbas
Bentuknya seperti kapak.
c)      Kapak Penetak
Mirip kapak perimbas, tapi lebih besar.
d)     Pahat Genggam
Lebih kecil dari kapak genggam.
e)      Alat Serpih (Flake)
Paling banyak ditemukan, berupa alat-alat kecil.
I Alat-alat batu tersebut berasal dari lapisan Plestosen Tengah (Lapisan dan Fauna Trinil). Pada umumnya teknik pembuatan alat-alat tersebut bercorak monofasial.
I Selain di Pacitan alat-alat batu tersebut di atas ditemukan pula di Sukabumi (Jawa Barat), di Perigi dan Gombong (Jawa Tengah), Tambangsawah (Bengkulu), Lahat (Sumatera Selatan), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), Cabbenge (Sulawesi Selatan), dll.
I Jenis manusia pendukung adalah Pithecanthropus Erectus.


2) Kebudayaan Ngandong
IAlat-alat zaman batu tua dari Ngandong dekat Ngawi, Jawa Timur, berupa: kapak-kapak genggam dan alat-alat kecil yang disebut alat serpih (flake). Di samping itu pada Kebudayaan Ngandong ditemukan pula alat-alat dari tulang dan tanduk. Ditemukan tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri ikan pari yang digunakan sebagai mata tombak.
I Tradisi alat tulang dan tanduk ini dilanjutkan pada zaman Mesolithikum dalam  kehidupan di gua-gua, khususnya di gua Lawa, Sampung, Ponorogo.
I Jenis manusia pendukung adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.

b.      Mesolitikum (batu tengah / madya)
-          Manusia pada zaman ini mulai menggali gua-gua.
-          Alat-alat batu dari zaman batu tua, seperti kapak genggam, pada zaman batu madya masih terus digunakan dan dikembangkan serta mendapat pengaruh dari Asia Daratan, sehingga memunculkan corak tersendiri.
-         Bahkan alat-alat tulang dan flake dari zaman batu tua, memegang peranan penting pada zaman batu madya.
-          Manusia pada zaman ini juga telah mampu membuat gerabah, yaitu benda pecah belah yang dibuat dari tanah liat yang dibakar.
-    Menurut Dr. P. V. van Stein Callenfels: Peble culture terutama di kjokkenmodingerBone culture dan Flake culture terutama di abris sous roche.
-          Berdasarkan daerah penemuannya Kebudayaan mesolitikum dapat dibagi 3, yaitu:
1.        Kebudayaan Tulang Sampung (Sampung Bone Culture) à Gua Lawa, dekat Sampung, Ponorogo, Jawa Timur
Ditemukan di abris sous roche (gua-gua menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang, sbg tempat tinggal).
Misalnya:
                                                                   i.       alat-alat batu seperti mata panah dan flake,
                                                                 ii.       batu-batu penggiling
                                                               iii.       alat-alat dari tulang dan tanduk.
Peneliti di Besuki, Jawa Timur oleh Van Heekeren.

2.        Kebudayaan TOALA (Flake Culture) à Sulawesi Selatan
Alat-alat serpih (flake), mata panah bergerigi dan alat-alat tulang. Alat-alat lain, seperti batu penggiling, gerabah dan kapak Sumatera (peble). Sedangkan di daerah Priangan, Bandung ditemukan flake terbuat dari obsidian (batu hitam yang indah).
Peneliti : Fritz Sarasin dan Paul Sarasin.

3.        Kebudayaan Kapak Genggam Sumatera (Peble Culture) à Di sepanjang pesisir Sumatera Timur Laut, antara Langsa (Aceh) dan Medan
Ditemukan di kjokkenmodinger (Denmark : sampah dapur)
a)      peble (kapak genggam Sumatera)
b)      hache courte (kapak pendek)
c)      batu-batu penggiling
d)     alu dan lesung batu
e)      pisau batu
f)       Fosil Papua-Melanesoide
Peneliti : van Stein Callenfels.

c.       Neolitikum (batu muda / baru)
-      Alat-alat batu yang sudah sangat halus, karena mereka sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam.
-          Hasil kebudayaan dibawa oleh bangsa Proto-Melayu (± 2000 SM).
-          Kebudayaan zaman batu muda di Indonesia dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu :
1.                  Kebudayaan KAPAK PERSEGI
- Adalah kapak yang berbentuk memanjang dengan penampan lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium.
- Kapak-kapak persegi ini, terutama ditemukan di Indonesia bagian BARAT, yaitu : Sumatera, Jawa dan Bali.
- Di Indonesia bagian timur Kapak persegi juga ditemukan di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan sedikit di Kalimantan.
- Melalui JALAN BARAT, yaitu :
Dari Asia Daratan (Yunnan) ke Asia Tenggara – Semenanjung – Malaka – Sumatera – Jawa – Kalimantan – Sulawesi – Nusa Tenggara – Maluku.

2.                  Kebudayaan KAPAK LONJONG
Kapak lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur berwarna kehitam-hitaman.
Penemuan kapak lonjong di Indonesia terbatas hanya di Indonesia bagian TIMUR, yaitu : di Sulawesi, Sangihe-Talaud, Flores, Maluku, Tanibar, Leti, Maluku dan Papua.
Melalui JALAN TIMUR, yaitu dari Asia Daratan ke Cina, Jepang, Formosa (Taiwan), Filipina, Minahasa, Maluku dan Papua.

3.                  Gerabah
- Memegang peranan penting sebagai wadah untuk keperluan sehari-hari.
-  Ada pula yang dibuat indah baik bentuk maupun hiasannya. Gerabah ini banyak ditemukan di bukit-bukit kerang Sumatera dan di Pacitan.
- Di Melolo (Sumba) banyak ditemukan gerabah yang berisi tulang-benulang manusia.

4.                  Mata Panah
- Untuk berburu, masih digunakan sampai sekarang di Papua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar