Entri Populer

Selasa, 01 Desember 2015

What is DNA?

Picture: DNA.
DNA is a hereditary substance that almost all organisms have. Living organisms have a large number of cells. Each cell has the same DNA. Most DNA can be found in the cell nucleus. They are called nuclear DNA. Small amounts of DNA are located in the mitochondria, which is called mitocondrial DNA or mtDNA.

DNA is identified based on four chemical bases: adenine (A), guanine (G), cytosine (C), and thymine (T). The order of the base can identify a certain organism from others. Nearly every cell in the human body has similar DNA.

The DNA will pair with each other, A with T and C with G. These pairs are called base pairs. Then, the pairs are attached to a sugar molecule and a phosphate molecule to form nucleotide. Nucleotides from two long strands that form a spiral called a double helix. It is like a ladder.

DNA is able to replicate or make copies of itself. That's why it is very helpful in identifying an organism, including humans.

("What is DNA," 2015)

Sources: Pathway to English for Senior High School Grade XII General Program (Erlangga).

Beberapa Organisasi Pergerakan Nasional

[Mohon maaf kepada para pembaca yang budiman, apabila pada beberapa postingan saya terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penulisan, kerapian, maupun hal yang lainnya. Harap maklum. Terimakasih sudah membaca :) ]


I. Serikat Islam
    Tahun Berdiri                 : 1912
    Tokoh Pelopor/Pendiri   : H.O.S Cokroamonoto, HJ Samahudi

    Bentuk Organisasi          : Ekonomi dan Politik
    Tujuan Organisasi          :  a. Mengembangkan jiwa dagang.
                                              b. Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan
                                                  dal;am bidang usaha.
                                              c. Memajukan pengajaran dan semua usaha yang
                                                  mempercepat naiknya derajat rakyat.
                                              d. Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai
                                                  agama islam.
                                              e. Hidup menurut perintah agama.
     Strategi Organisasi        : -  SI tidak membatasi keanggotaannya hanya untuk                                               
                                                    masyarakat Jawa dan Madura saja.
-    Mengadakan kongres antar bangsa.
-    Keluar dari Volksraad (Dewan Rakyat).
    Sikap Terhadap Hindia-Belanda   : Non Koopertif

II. Indische Partij
      Tahun Berdiri                 :  1912
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  E.F.E Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Suwardi
                                                 Suryaningrat.          
      Bentuk Organisasi          :  Politik
      Tujuan Organisasi          : - Untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang
                                                  merdeka.
 -  Mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan
    pemerintah kolonial Belanda.   
      Strategi Organisasi         :   1. Melakukan propaganda secara lisan maupun tulisan      
                                                 2. Menyebarkan Brosur yang berjudul Als Ik een 
                                                      Nederlander was ( andaikan aku seorang Belanda) saat
                                                     Upacara  100 tahun peringatan kemerdekaan Belanda.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda   : Non Kooperatif
  
III. Perhimpunan Indonesia (PI)  
     Tahun Berdiri                 :  1922     
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  Drs. Moh Hatta, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid
                                                 Djojodiningrat, Nasir Datuk Pamuntjak.    
      Bentuk Organisasi          :  Politik
      Tujuan Organisasi          : - Mensejahterakan anggotanya yang ada di negeri Belanda
                                               - Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
      Strategi Organisasi         : a.  Menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra yang
                                                    Berganti
                                                b. Menggalakkan secara terencana propaganda tentang
                                                    Perhimpunan Indonesia keluar negeri Belada.
     Sikap Terhadap Hindia-Belanda   :  Non Kooperatif
   
IV. Partai Nasional Indonesia (PNI)
      Tahun Berdiri                 :  1927
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  Ir. Soekarno, Dr. ciptomangunkusumo, Ir. Anwar, Sartono
                                                 Sartono SH, Budiarto SH, Dr. Samsi.      
      Bentuk Organisasi          :   Politik
      Tujuan Organisasi          :   Menggalang kesatuan aksi melawan Imperealisme atau
                                                 Penjajah.    
      Strategi Organisasi         :  - Membentuk Badan Koordinasi (PPPKI
                                                 - Ir. Soekarno mengajukan pidato pembelaan “Indonesia
                                                   menggugat”.
     Sikap Terhadap Hindia-Belanda  : Non Kooperatif
   
V. Partindo (Partai Indonesia)
      Tahun Berdiri                  :  1931    
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :   Ir. Soekarno, Sartono SH   
      Bentuk Organisasi          :   Politik
      Tujuan Organisasi          :   Indonesia Merdeka
      Strategi Organisasi         : a.  Perluasan hak-hak politik dan penteguhan keinginan
                                                    menuju suatu pemerintah rakyat  berdasarkan demokrasi.
                                                b. Perbaikan perhubungan-perhubungan dalam masyarakat.
                                                c. Perbaikan keadaan ekonomi rakyat Indonesia.
      Sikap Terhadap Hindia-Belanda   :  Non Kooperatif

VI. Parindra (Partai Indonesia Raya)
     Tahun Berdiri                 :  1935
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  Dr. Sutomo, Husni Thamrin 
      Bentuk Organisasi          :  Pendidikan dan Ekonomi
      Tujuan Organisasi          : - Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia
                                                  Merdeka).
                                               - Mencapai Indonesia Raya
      Strategi Organisasi         : a.  Bekerja sama dengan pemerintah Kolonial Belanda
                                                b. Mendirikan Rukun Tani.
                                                c. Menyusun serikat pekerja perkapalan dengan mendirikan
                                                    Rukun Pelayaran Indonesia (Rupelin).
                                                d. Menyusun perekonomian dengan menganjurkan
                                                    Swadeshi (menolong diri sendiri).                                                             
                                                e. Mendirikan percetakan-percetakan yang menerbitkan
                                                    surat kabar dan majalah.
                                                f. mendirikan Bank Nasional Indonesia di Surabaya.
     Sikap Terhadap Hindia-Belanda  :  Kooperatif

  
VII. PKI (Partai Komunis Indonesia)
     Tahun Berdiri                  :  1920
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  Semaun, Darsono, Snevliet   
      Bentuk Organisasi          :  Politik
      Tujuan Organisasi          :  Untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh 
                                                 dan Raya Indonesia.
      Strategi Organisasi         :   Pemberontakan G30S/PKI    
      Sikap Terhadap Hindia-Belanda   :  Non Kooperataif

Konsep kepercayaan dari kebudayaan Megalitikum dan fungsi dari masing-masing benda Megalitikum


Ð Kepercayaan : Animisme = kepercayaan pada roh nenek moyang
Roh (jiwa) tidak hanya ada pada makhluk hidup, tapi juga pada benda-benda tertentu.
Roh à ada yang baik dan jahat, agar hidup selaras dan tidak saling mengganggu maka perlu diberi sesajen.
Ð  Dibuat bangunan-bangunan sebagai sarana penghormatan dan pemujaan roh nenek moyang:
a)      Menhir
F Yaitu tiang atau tugu batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat.
F Fungsi Menhir adalah :
a. sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang
b.sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah       meninggal.
c. sebagai tempat menampung kedatangan roh.
F Menhir banyak ditemukan di Pasemah, Sumatera Selatan, juga di Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.

b)     Dolmen
F Dolmen adalah meja batu sebagai tempat sesaji.
F Ada dolmen yang berkakikan menhir seperti yang ditemukan di Pasemah, Sumatera Selatan.
F Ada pula dolmen yang juga digunakan sebagai kubur batu, seperti yang ditemukan di Bondowoso dan di Merawan Jember, Jawa Timur.

c)      Arca
F Temuan arca-arca megalithik di Sumatera Selatan diteliti oleh Von Heine Geldern.
F Arca-arca tersebut menggambarkan manusia dan binatang seperti gajah, harimau, babi rusa dan monyet.

d)     Kubur batu
F Adalah peti jenasah yang terpendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dan sisi-sisinya dibuat dari lempengan-lempengan batu.
F Kubur peti batu ditemukan di Kuningan, Jawa Barat.

e)      Sarkofagus
F Sarkofagus atau keranda, yaitu peti jenasah yang terbentuk seperti palung atau lesung tetapi mempunyai tutup.
F Sarkofagus banyak ditemukan di Bali dan di Sumbawa Barat.

f)       Waruga
F Waruga adalah peti jenasah kecil yang berbentuk kubus yang ditutup dengan batu lain yang berbentuk atap rumah.
F Waruga banyak ditemukan di Minahasa.

g)      Punden berundak
F Punden Berundak adalah bangunan pemujaan yang bertingkat-tingkat (berundak-undak).
F Tempat pemujaan ini banyak ditemukan di daerah Cisolok, Sukabumi, juga di Lebak Si Beduk (Banten Selatan)

Hasil-hasil kebudayaan pada zaman Praaksara


a. Palaeolitikum (batu tua)
-          Alat-alat batu yang digunakan pada zaman batu tua masih sangat kasar, sebab teknik pembuatannya masih sangat sederhana, dapat digunakan untuk berbagai hal.
-          Berdasarkan nama tempat penemuannya, hasil-hasil kebudayaan zaman batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu :
1)      Kebudayaan Pacitan
I Ditemukan oleh Von Koenigswald, pada tahun 1935 di kali Baksoko, desa     Punung, Pacitan, Jawa Timur.
I Alat-alat batu dari Pacitan ini berupa :
a)      Kapak Genggam
Kapak tak bertangkai yang digunakan dengan cara menggenggam. Bentuknya mirip kapak perimbas dan kapak penetak, tapi lebih kecil.
b)     Kapak Perimbas
Bentuknya seperti kapak.
c)      Kapak Penetak
Mirip kapak perimbas, tapi lebih besar.
d)     Pahat Genggam
Lebih kecil dari kapak genggam.
e)      Alat Serpih (Flake)
Paling banyak ditemukan, berupa alat-alat kecil.
I Alat-alat batu tersebut berasal dari lapisan Plestosen Tengah (Lapisan dan Fauna Trinil). Pada umumnya teknik pembuatan alat-alat tersebut bercorak monofasial.
I Selain di Pacitan alat-alat batu tersebut di atas ditemukan pula di Sukabumi (Jawa Barat), di Perigi dan Gombong (Jawa Tengah), Tambangsawah (Bengkulu), Lahat (Sumatera Selatan), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), Cabbenge (Sulawesi Selatan), dll.
I Jenis manusia pendukung adalah Pithecanthropus Erectus.


2) Kebudayaan Ngandong
IAlat-alat zaman batu tua dari Ngandong dekat Ngawi, Jawa Timur, berupa: kapak-kapak genggam dan alat-alat kecil yang disebut alat serpih (flake). Di samping itu pada Kebudayaan Ngandong ditemukan pula alat-alat dari tulang dan tanduk. Ditemukan tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri ikan pari yang digunakan sebagai mata tombak.
I Tradisi alat tulang dan tanduk ini dilanjutkan pada zaman Mesolithikum dalam  kehidupan di gua-gua, khususnya di gua Lawa, Sampung, Ponorogo.
I Jenis manusia pendukung adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.

b.      Mesolitikum (batu tengah / madya)
-          Manusia pada zaman ini mulai menggali gua-gua.
-          Alat-alat batu dari zaman batu tua, seperti kapak genggam, pada zaman batu madya masih terus digunakan dan dikembangkan serta mendapat pengaruh dari Asia Daratan, sehingga memunculkan corak tersendiri.
-         Bahkan alat-alat tulang dan flake dari zaman batu tua, memegang peranan penting pada zaman batu madya.
-          Manusia pada zaman ini juga telah mampu membuat gerabah, yaitu benda pecah belah yang dibuat dari tanah liat yang dibakar.
-    Menurut Dr. P. V. van Stein Callenfels: Peble culture terutama di kjokkenmodingerBone culture dan Flake culture terutama di abris sous roche.
-          Berdasarkan daerah penemuannya Kebudayaan mesolitikum dapat dibagi 3, yaitu:
1.        Kebudayaan Tulang Sampung (Sampung Bone Culture) à Gua Lawa, dekat Sampung, Ponorogo, Jawa Timur
Ditemukan di abris sous roche (gua-gua menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang, sbg tempat tinggal).
Misalnya:
                                                                   i.       alat-alat batu seperti mata panah dan flake,
                                                                 ii.       batu-batu penggiling
                                                               iii.       alat-alat dari tulang dan tanduk.
Peneliti di Besuki, Jawa Timur oleh Van Heekeren.

2.        Kebudayaan TOALA (Flake Culture) à Sulawesi Selatan
Alat-alat serpih (flake), mata panah bergerigi dan alat-alat tulang. Alat-alat lain, seperti batu penggiling, gerabah dan kapak Sumatera (peble). Sedangkan di daerah Priangan, Bandung ditemukan flake terbuat dari obsidian (batu hitam yang indah).
Peneliti : Fritz Sarasin dan Paul Sarasin.

3.        Kebudayaan Kapak Genggam Sumatera (Peble Culture) à Di sepanjang pesisir Sumatera Timur Laut, antara Langsa (Aceh) dan Medan
Ditemukan di kjokkenmodinger (Denmark : sampah dapur)
a)      peble (kapak genggam Sumatera)
b)      hache courte (kapak pendek)
c)      batu-batu penggiling
d)     alu dan lesung batu
e)      pisau batu
f)       Fosil Papua-Melanesoide
Peneliti : van Stein Callenfels.

c.       Neolitikum (batu muda / baru)
-      Alat-alat batu yang sudah sangat halus, karena mereka sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam.
-          Hasil kebudayaan dibawa oleh bangsa Proto-Melayu (± 2000 SM).
-          Kebudayaan zaman batu muda di Indonesia dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu :
1.                  Kebudayaan KAPAK PERSEGI
- Adalah kapak yang berbentuk memanjang dengan penampan lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium.
- Kapak-kapak persegi ini, terutama ditemukan di Indonesia bagian BARAT, yaitu : Sumatera, Jawa dan Bali.
- Di Indonesia bagian timur Kapak persegi juga ditemukan di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan sedikit di Kalimantan.
- Melalui JALAN BARAT, yaitu :
Dari Asia Daratan (Yunnan) ke Asia Tenggara – Semenanjung – Malaka – Sumatera – Jawa – Kalimantan – Sulawesi – Nusa Tenggara – Maluku.

2.                  Kebudayaan KAPAK LONJONG
Kapak lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur berwarna kehitam-hitaman.
Penemuan kapak lonjong di Indonesia terbatas hanya di Indonesia bagian TIMUR, yaitu : di Sulawesi, Sangihe-Talaud, Flores, Maluku, Tanibar, Leti, Maluku dan Papua.
Melalui JALAN TIMUR, yaitu dari Asia Daratan ke Cina, Jepang, Formosa (Taiwan), Filipina, Minahasa, Maluku dan Papua.

3.                  Gerabah
- Memegang peranan penting sebagai wadah untuk keperluan sehari-hari.
-  Ada pula yang dibuat indah baik bentuk maupun hiasannya. Gerabah ini banyak ditemukan di bukit-bukit kerang Sumatera dan di Pacitan.
- Di Melolo (Sumba) banyak ditemukan gerabah yang berisi tulang-benulang manusia.

4.                  Mata Panah
- Untuk berburu, masih digunakan sampai sekarang di Papua.

10 Kebudayaan Asli Indonesia Sebelum Masuknya Pengaruh Kebudayaan Dari Luar Menurut Prof. Brandes

a.      Berlayar
b.      Bercocok tanam
F Terutama padi (bersawah), mengenal irigasi.
c.       Astronomi
F Untuk kepentingan berlayar, penanggalan, musim.
d.      Wayang
F Dari kata “bayangan”, bayangan roh nenek moyang à untuk menghubungi roh nenek moyang.
e.       Seni batik
F Di daerah tertentu (pedalaman) ditemukan canting. Batik ditemukan pada tembikar, gerabah, dll.
f.       Mengolah dan mencetak logam
F Perunggu dan besi à 1) Bivalve        = berkali-kali
2)   A cire perdu = 1 x
3)   Ditempa
g.      Perdagangan secara barter
h.      Mengatur kehidupan masyarakat
F Pemilihan pemimpin secara primus interpares, mengerjakan aspek kehidupan secara komunal (bersama-sama).
F Wanua = desa
F Rama = kepala suku/desa
i.        Mengenal sistem macapat
F Terutama dalam tata ruang kota.
j.        Gamelan